Tampilkan postingan dengan label Lampung Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung Timur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2016

Kunjungan Lapang Pengurus FPM CB untuk Dukung Budidaya Pepaya

Untuk mendukung program kemitraan Budidaya Pepaya yang tengah dilakukan KUBE Tunas Kesuma, Dadang Suruana Pengurus Bidang Ekonomi Keratif Forum Pemberdayaan Masyarakat Cemerlang Bersama Lampung Timur, melaksanakan kunjungan lapang  ke Desa Gunung Kramat Kecamatan Marga Sekampung Lampung Timur.
Menurut Dadang, kunjungan ini dilakukan bersama Pengurus Kube Tunas Kesuma dalam rangka melihat langsung aktifitas warga Desa Gunung Keramat dalam membudidayakan tanaman pepaya.
Menurutnya potensi Kebun pepaya jika dilakukan dengan optimal bisa memberi hasil produktif untuk warga masyarakat.
Hal inilah yang menjadi  modal untun pengembangan program kemitraan budidaya pepaya yang tengah di gulirkan KUBE Tunas Kesuma binaannya.

Selasa, 19 Juli 2016

Ketua Umum FPM Cemerlang Bersama Lampung Timur Lakukan Tanam Perdana Pepaya


Pada Senin 18 Juli 2016, Purwianto, S.Pd.  Ketua Umum Forum Pemberdayaan Masyarakat Cemerlang Bersama menghadiri  Rangkaian Acara Pencanangan Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan & Tanam Perdana Pepaya  Program Kemitraan dengan Masyarakat yang di Selenggarakan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tunas Kesuma Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur.

Acara ini juga di hadiri oleh Jajaran Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lampung Timur,  Drs. Maryono  Selaku Camat Purbolinggo,  Sugianto HS., Pengurus LPMD Tanjung Kesuma, Anggota  BPD Tanjung Kesuma, Pengurus Anggota Karang Taruna Kesuma, Pengurus dan Anggota Lumbung Paceklik Campur Sari, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Desa Tanjung Kesuma dan warga masyarakat.

Purwianto S.Pd. yang juga selaku Ketua Komisi 3 DPRD Kab. Lampung Timur Sekaligus Ketua Umum Forum Pemberdayaan Masyarakat  “Cemerlang Bersama” Lampung Timur menyampaikan rasa optimis terhadap kegiatan yang di laksanakan Kube Tunas Kesuma. Ia menyitir bahwa selama ini banyak kelompok di bentuk karena program pemerintah, namun tidak berjalan sesuai harapan.

“Kube Tunas Kesuma ini dibentuk atas keinginan warga masyarakat maka punya potensi besar untuk berkembang. Secara pribadi dan kelembagaan saya mengaprsiasi, mendukung sekaligus mengupayakan agar niat baik kawan-kawan ini bisa terwujud. Apalagi tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujarnya.

Purwianto juga menegaskan kepada Jajaran Dinas dan Instansi terkait untuk melihat dan member perhatian secara khusus kepada Kelompok-kelompok yang dibentuk atas inisiatif warga masyarakat semacam ini. Ini adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah dan elemen lain untuk mendukung gerakan yang dilakukan oleh masyarakat.

Seremonial berikutnya adalah Pelepasan Balon Tunas Kesuma  dan Penanaman Perdana Pepaya yang dilakukan oleh Purwianto S.Pd. Ketua Komisi 3 DPRD kab Lampung Timur. Acara ini dilakukan untuk Menandai Dimulianya Program Kemitraan Budidaya Pepaya Bersama Masyarakat.

Sabtu, 16 Juli 2016

FPM Cemerlang Bersama Dukung Kemitraan Budidaya Pepaya Kube Tunas Kesuma

Terbentuknya Kube Tunas Kesuma di Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur membawa harapan baru bagi warga masyarakat dalam menunjang peningkatan perekonomian Keluarga.

Untuk mewujudkan rencana kerja kube yang prospektif, Dadang Suryana (Pengurus Bidang Ekonomi Kreatif) dan Suyatno Sekretaris Forum Pemberdayaan Masyarakat Cemerlang Bersama dan beberapa warga Desa Tanjung Kesuma memprakarsai terbentuknya Kelompok Usaha Bersama Tunas Kesuma.

Pada tahap awal, Kube Tunas Kesuma sedang menjalankan  Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan dengan Program Kemitraan Budidaya Pepaya bersama warga masyarakat.

Untuk menadai dimulainya Gerakan ini,  Pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tunas Kesuma mengundang beberapa pihak untuk hadir pada Gerakan Tanam Perdana Pepaya, Senin 18 Juli 2016 di Jl. Lintas Timur Dsn VI Tanjung Kesuma pkl 13.00 wib.

Acara yang dilaksanakan oleh KUBE Tunas Kesuma Sub Bidang Budidaya Pepaya Kemitraan ini akan diisi dengan Penanaman 2000 batang pepaya di pekarangan dan lahan warga setempat.
Pada tahap awal, Kube Tunas Kesuma ini  mengajak warga Tanjung Kesuma dan sekitarnya.untuk membudidayakan  Pepaya dipekarangan dan lahan.

Pada tahap Berikutnya kube Tunas Kesuma juga akan menggarap bidang Peternakan, Perikanan, Home Industry, Jasa, dan Serba Usaha.

Selasa, 21 Juni 2016

Kube Tunas Kesuma Mulai Program Kemitraan Budidaya Pepaya di Tanjung Kesuma

Pengurus Kube Tunas Kesuma melaksanakan sosialisai program Kemitraan Budidaya Pepaya di Desa Tanjung Kesuma Selasa 21 Juni 2016.
Sekretaris Forum Pemberdayaan Masyarakat Cemerlang Bersama, yang juga dipercaya menjadi Sekretaris Kube Tunas Kesuma Suyatno yang turut dalam keguatan sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa Gerakan Peduli Lingkungan pemanfaatan lahan  pekarangan warga ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi ekonomi dan ekologi.
Mengingat saat ini masih banyak lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal, diharapkan dengan gerakan kemitraan budidaya pepaya bisa menjadi salah satu upaya peningkatan manfaat lahan pekarangan.
Saryono selaku Koordinator Humas Kube Tunas Kesuma menyampiaikan bahwa pada tahap pertama, direncanakan akan ditanam 2000 batang tanaman pepaya di Desa Tanjung Kesuma.
Kegiatan yang tengah dilakukan saat ini adalah melakukan sosialisasi dan pendaftaran earga yang akan mengikuti program kemitraan budidaya pepaya.
Saryono menargetkan jumlah buah pepaya nantinya minimal 3 ton setiap kali panen. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemasaran hasil pepaya.

Senin, 16 Mei 2016

Gerakan Belanja Ke Warung Tetangga

Lampung Timur

Mari Dukung Gerakan Belanja Ke Warung Tetangga, sebagai sebuah Gerakan Sosial Mendukung Perekonomian Lokal.

Setiap hari kita membelanjakan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Sadarkah bahwa yang yang kita belanjakan memberi manfaat yang besar bagi setiap penyedia barang / jasa (para pedagang).

Namun munculnya konsep toko/warung modern  secara perlahan mengubah kebiasaan lama kita yaitu "Belanja Ke Warung Tetangga". Untuk kebutuhan tertentu kita kerap dengan mudah memutuskan untuk belanja ke toko/warung modern.

Tidak ada yang salah dengan keputusan Anda kemana pun membelanjakan uang. Karena itu adalah hak pemilik uang.

Namun mari kita lihat dengan nurani kita, sebelum muncul gerai toko modern masuk ke berbagai penjuru wilayah, bahkan sudah masuk hingga perdesaan, siapakah orang yang menyediakan berbagai kebutuhan kita?

Ya.. para pedagang yang letaknya dekat dengan rumah kita (tetangga). Mereka Adalah orang yang kita Kenal. Mereka pun mengenal kita.  Mungkin saja mereka  masih termasuk tetangga dekat, kerabat atau bahkan mungkin saudara kita.

Mereka berdagang tentu bertujuan untuk mencari penghasilan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Mereka juga mencari biaya untuk menyekolahkan anak (sama dengan apa yang kita lakukan). Bahkan mereka juga menyisihkan uang hasil usaha mereka untuk kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal kita. Sebagai misal di lingkungan ada kegiatan peringatan hari besar nasional atau keagamaan mereka pun berpartisipasi dengan uang hasil usaha mereka.

Tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kita. Segala bentuk kesusahan yang kita alami, tetangga pasti tak akan tinggal diam.  Mereka bisa saja memberikan simpati bahkan hingga memberikan uluran kepedulian. Tetangga berdagang penuh dengan tolerasi dan kekeluargaan.

Mari kita lihat ilustrasinya.
Jika dalam sebuah wilayah Kecamatan berpenduduk 50.000 jiwa. Masing masing orang membelanjakan uang
Rp. 3.000,-/per hari maka ada total uang yang dibelanjakan Rp. 150.000.000,-
Jika Rp. 4.000,- = Rp. 200.000.000,-
Jika Rp. 5.000,- = Rp. 250.000.000,-
Jika Rp. 10.000,-/orang = Rp. 500.000.000,- perhari yang berputar di wilayah kita.

Tetapi Mari kita lihat Fakta?
Apa jadinya jika perputaran uang dalam satu wilayah ternyata malah banyak terserap keluar wilayah melalui: toko/warung Modern yang notabene tidak menjual produk warga lokal atau bahan bakunya bukan berasal dari wilayah lokal. Berarti manfaat bagi warga lokal jumlahnya sangat kecil. Bukan aja manfaat ekonomi. Dampak secara sosial, juga tidak begitu bisa dirasakan oleh masyarakat lokal.

Jika yang tersebut sebagian besar dibelanjakan melalui warung di sekitar, maka uang itu akan dibelanjakan lagi ke;
1. Pasar untuk jenis barang yang diproduksi secara massal oleh pabrik.
2. Kepada tetangga yang bekerja sebagai petani yang menanam sayur mayur dan hasil bumi lainnya.
3. Pelaku usaha Mikro (home industri) pembuat makanan ringan =keripik, kelanting, kerupuk, gorengan, kue dll.
4. Untuk kebutuhan hidup pribadi dan akan dibelanjakan juga disekitar nya.

Mari kita analisa:

Berapa banyak orang yang menerima manfaat dari besaran uang tersebut diatas. ?  Tentu Banyak he he he.. jumlahnya bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang akan menerima manfaat baik langsung maupun tidak langsung dari perputaran uang tersebut. Para petani makin bergairah untuk bercocok tanam, pelaku usaha Mikro dan Home industri makin berkembang, tenaga kerja lokal akan banyak terserap. Lalu akan tercipta lapangan kerja baru bagi pemasar keliling (kampaser produk makanan ringan, kerajinan dan lain lain).

"Gerakan Belanja Ke Warung Tetangga" bisa menjadi momentum untuk menguatkan perekonomian lokal.

Cara Mendukung Gerakan ini cukup mudah.. KLIN DI SINI lalu Sukai
Terimakasih



Selasa, 26 April 2016

Diskusi Interaktif Online - Meluaskan Manfaat Media Sosial

Diskusi Interaktif Online bisa menjadi solusi berbagi ide, gagasan dengan siapapun dan dimanapun. Diskusi Interaktif Online yang dilakukan di Group Warga Purbolinggo Lampung Timur,  merupakan sarana untuk meluaskan fungsi Group selain sebagai sarana mempererat silaturahim antar  anggota, juga sarana bertukar ide dan gagasan kreatif.

 Lebih dari itu, diskusi di Group yang dilakukan secara online ini juga memudahkan setiap anggota untuk berpartisipasi. Karena dilakukan secara online, maka diskusi dapat diikuti oleh peserta diskusi dari tempatnya masing masing.

Menurut Suyatno penggagas Diskusi Interaktif Online, merupakan rintisan untuk memperluas manfaat media sosial. Menurutnya, penggunaan Media Sosial saat ini didominasi fungsi aktualiasi personal, membuat jalinn pertemanan, dan sebagi media promosi. Semenatara untuk kegiatan edukasi, diskusi  dilakukan melalui media sosial masih perlu diperkaya. Atas dasar inilah Suyatno selaku Admin Group Facebook Warga Purbolinggo Lampung Timur memulai.

Pada diskusi Interaktif Online perdana yang di gelar pada Sabtu 23 April 2016, yang mengambil Tema “Permainan Anak Tempo Doeloe”,  mendapat respon yang lumayan baik. Acara yang disiapkan dalam durasi 1 hari mendapat respon dari puluhan anggota Group.

Sebagai Sekretaris Forum Cemerlang Bersama Lampung, Suyatno juga melihat fakta bahwa karena seseorang bisa menghabiskan waktu lebih dari satu jam dalam sehari untuk berinteraksi di dunia maya. Sehingga Diskusi Interaktif Online juga di desain hanya berdurasi 1 jam. Hal ini sebagi permulaan untuk mengubah kebiasaan “konsumtif” informasi (berselancar mencari informasi), menjadi “produktif”, berdiskusi berbagi informasi, pendapat dan gagasan positif. Secara langsung peserta diskusi telah memperkaya informasi melalui pendapat, ide dan gagasan.


Sebgai tindak lanjut dari Diskusi Interaktif Online #1 di Warga Purbolinggo Lampung Timur, Suyatno merencanakan akan kembali menggelar Diskusi Lanjutan pada 30 April 2016 dengan Tema, “Menggagas Komunitas Permainan Tradisional”, Meretas Peduli Untuk Meluaskan Fungsi.  

Melalui Diskusi ini diharapkan ada orang/pihak yang bersedia memprakarsai terbentuknya Komunitas Permainan Tradisional anak di Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur dan Sekitarnya untuk membngun spririt mengenalkan kembali Permainan Tradisional anak yang sudah hampir terlupakan.(yt)

Minggu, 24 April 2016

Permainan Tradisional Anak Jangan Tergerus Modernisasi

Purbolinggo - REFLEKSI Diskusi Interaktif Online  Melalui Group Facebook: Warga Purbolinggo Lampung Timur.

Tema: Permainan Anak Tempo Doeloe.
Peserta: Anggota Group Facebook Warga Purbolinggo Lampung Timur

Anak anak seperti kehilangan Masa kecil. Wilayah dan ruang bermainnya telah disekat oleh kemajuan jaman dan kecanggihan teknologi. Mulai dari Perubahan jenis permainan.  wahana permainan digital dan visual telah mendominasi ketimbang wahana permainan lokal yang konvensional. Permainan berbasis perangkat lunak seperti akan menekuk habis  permainan cogklak, gobak sodor, dan lain lain.

Begitupun tontonan dan Hiburan hampir kehilangan sekat antara milik anak dan dewasa. Saat ini penyanyi cilik menyanyikan lagu orang dewasa. Yang dewasa menyanyikan lagu kekanak-kanakan.  Maksudnya bertujuan menghibur anak-anak tapi justru mengubur masa keemasan anak anak.
Permainan Anak anak Tradisional kini sulit ditemukan. Karena orang tua yang dulu pernah memainkannya juga "terkalahkan" dengan dalih "sudah bukan jamannya lagi". 

Kini banyak permainan anak yang dianggap bergengsi tapi sesungguhnya menurunkan empati, daya kreasi, mempersempit ruang sosialisasi dan kemampuan beraktualisasi.
Banyak permainan anak yang berbiaya mahal, tapi hanya membuat anak berfikir dangkal, merasa kesal dan berujung sesal.

Apa yang bisa dicermati dari permainan tradisional?

Permainan Anak tradisional, sebenarnya berbiaya murah. Lebih lumrah, membuat pikiran anak sumringah dan bisa mencegah anak anak marah. Kembali ke permainan tradisional tak perlu merasa gengsi. Karena bermanfaat untuk menunjang  interaksi,  sosialisasi, kreasi dan partisipasi.
Banyak Kesempatan Untuk menghidupkan Kembali Gairah Permainan Tradisional di Sekitar Lingkungan Kita. Anda Semua yang mengikuti Diskusi Interaktif ini Adalah Contoh Orang yang masih Peduli.

Lomba, Kompetisi, Festival Hingga Membentuk Komunitas Adalah jawaban dari Semua Keadaan dan Nasib Permainan Tradisional Anak Anak.
Pasti bahwa Permainan Anak Anak Mengandung Manfaat :
1. Melatih Kecerdasan Intelektual
2. Melatih Kecerdasan Emosi
3. Melatih Perkembangan Motorik
4. Melatih Perkembangan Fisik
5. Melatih Kerjasama Tim
6. Melatih Sosialisasi
Salam

Daftar Peserta:  Nirwana Religi, Letterman Aman, Syamsudin Kewolo, Santo, Mohamad Iskak Iskak, Sar, Mbah Mbah Roso, Didon Art Gall, Arter Diyu Artendensi, Eint Aditya, Masduri Rasyiid, Joko Coy, Dadang Suryana, Ojo Dumeh, Ratna Sari, Mbok Darmi, Siswanti, Dawai Mom's, Wwarsito Ito, Ahmad Azza, Mayasari Khomaya, Ahmad Saifudin, Muhari Kurniawan, Reza Baihaqi, Syamsudin Kewolo,Tomo Aja, Amoenk Lentera, Eko Cellular, Retno Kodrati, Putut Widiyanto Haniball Nugrosh, Oktha KanGeen BhunDa, Lailatul Fadilah, Riscie Moment Infinity, Dewi Masropa, Riyandani Bayu Hermawan, Gueest, Widi Tama Saputra, Satrio Budi Wibowo
Tanggal 23 April 2016  Pukul 20.00 - 21.10 wib
Transkrip Diskusi Baca Disini

Selasa, 12 April 2016

Pengurus FMP Cemerlang Bersama, Fasilitasi Kegiatan Karang Taruna.

Purbolinggo - Pengurus Bidang Ekonomi Kreatif FPM Cemerlang Bersama,  Dadang Suryana, memfasilitasi kegiatan pemuda Karang Taruna Kesuma Dirgantara Desa Tanjung Kesuma untuk merancang Konsep Saung Pintar Edukatif.

Kegiatan fasilitasi ini merupakan penerjemahan program Kerja FMP Cemerlang Bersama khususnya bidang ekonomi kreatif  bagi kalangan Pemuda Karang Taruna.

Pada Kesempatan itu Dadang selain menyediakan pendopo rumahnya untuk pertemuan Karang Taruna, juga mengajak seluruh Pengurus Karang Taruna untuk menyamakan persepsi dalam membuat program kegiatan yang bersifat kreatif.

Perlu diketahui bahwa Karang Taruna Kesuma Dirgantara  di bentuk pada Bulan September 2015 juga merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh Dadang Suryana dan beberapa  Tokoh pemuda Tanjung Kesuma untuk kembali mengaktifkan organisai Pemuda di Desa tanjung Kesuma.

Sejak terbentuk hingga saat ini, Karang Taruna menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya
1. Survai dan Pendataan Sosial, Ekonomi Tingkat Desa Tanjung Kesuma 
2. Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2015
3. Napak Tilas Tapal Batas Desa  Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2015
4. Berpartisipasi dalam Kegiatan Bazar Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran Lampung Timur
5. Berpartisipasi dalam Gerakan Sosial Koin Peduli Keselamatan Pengguna Jalan Purbolinggo